Polaritas CNBC Indonesia di parabola adalah V atau vertikal. Input H membuat Quality tetap 0% walau Strength terlihat besar. Jika receiver Anda sudah terkunci ke satelit yang benar, cukup ganti polaritas ke V, sesuaikan symbol rate transponder tersebut, lalu scan ulang manual.
Frekuensi dan symbol rate bisa bergeser mengikuti perubahan transponder. Konfirmasi angka aktif lewat sumber terpercaya atau daftar transponder di receiver, jangan menebak angka.
Polaritas CNBC Indonesia Parabola
Patokan utamanya satu: polaritas V. Kesalahan paling sering bukan angka frekuensi, melainkan receiver masih menyimpan transponder lama dengan polaritas H.
| Frekuensi | Polaritas | Symbol Rate |
|---|---|---|
| Cek transponder aktif | V | Sesuai transponder |
Gunakan satelit tempat transponder CNBC Indonesia berada di receiver Anda. Jangan memindahkan parameter ini ke satelit lain.
Cara Memasukkan Transponder CNBC Indonesia
- Buka menu instalasi atau daftar satelit, lalu pilih satelit yang benar.
- Pilih transponder CNBC Indonesia atau tambah transponder baru.
- Masukkan frekuensi aktif yang terdaftar untuk transponder tersebut.
- Ubah polaritas ke V.
- Masukkan symbol rate sesuai transponder.
- Perhatikan bar Quality, bukan hanya Strength.
- Jalankan scan manual pada transponder itu, lalu simpan channel.
Channel Belum Muncul setelah Polaritas Benar
- Satelit yang dipilih tidak sama dengan satelit sumber transponder.
- Posisi dish bergeser sehingga Quality 0%.
- Setting LNB tidak sesuai instalasi C-Band atau Ku-Band yang dipakai.
- Kabel longgar, konektor F karat, atau sambungan hampir putus.
- Port DiSEqC salah untuk dish dengan lebih dari satu LNB.
Strength tinggi dengan Quality 0% berarti receiver menerima daya, tetapi belum mengunci data transponder. Lanjut ke blind scan hanya bila transponder manual tidak mengunci padahal arah dish dan setting LNB sudah benar.
FAQ
Apakah polaritas CNBC Indonesia parabola H atau V?
Gunakan V atau vertikal.
Kenapa Quality tetap 0% padahal polaritas sudah benar?
Penyebab umum adalah salah satelit, dish bergeser, setting LNB keliru, atau masalah kabel, konektor F, dan DiSEqC.
Apakah perlu blind scan setelah input manual?
Tidak perlu bila manual scan langsung mengunci dan channel tersimpan, blind scan berguna bila data transponder lama tidak aktif.